Malas kok dipelihara…. Apa gunanya?
Malas adalah suatu sifat dimana kita hanya diam, tak
mau melakukan tindakan apapun, kita hanya pasif menerima jalannya hidup ini
layaknya tenangnya aliran arus air sungai.
Apa akibatnya kalau kita memelihara kemalasan?
Akibat kalau kita memelihara rasa malas sangatlah
merugikan diri kita sendiri. Kenapa? Karena orang yang malas sama aja orang
yang hidup tak berguna. Karena orang malas tidak akan bisa meraih apa yang
mereka inginkan, orang malas tak akan pernah bisa menghasilkan apa-apa, orang
malas juga identik tidak disegani orang lain. Jangankan orang lain, Negara kita
pun tidak senang dengan seseorang yang pemalas, Negara kita butuh orang-orang
yang punya rasa semangat tinggi dengan sifat optimisnya yang menggebu-gebu,
bukankah manusia hidup harus ada gunanya, oleh karena itu kita harus jajah rasa
malas pada diri kita, yakinlah dengan niat dan tekad yang kuat rasa malas itu
bakal luluh dari diri kita.
Jujur saya sendiri untuk memulai menulis artikel ini
juga sangat berat sekali. Lantas bagaimana saya menyikapinya?
Saya memaksakan diri untuk memulai, awalnya saya
juga penuh dengan rasa ketidakyakinan, tapi setelah dipikir-pikir kenapa tidak
yakin? tidak yakin hanya membuat diri saya hanya diam ditempat, tidak akan
pernah maju, dan saya sadar jika saya malas maka saya akan tertinggal jauh
dengan mereka-meraka yang sudah jauh berlari. Tuhan telah memberikan otak
kepada manusia untuk berfikir bukan untuk hanya diam.
Ketika rasa malas mulai tumbuh saya selalu motivasi
diri dengan mengingat pesan kedua orang tua saya, beliau selalu berjuang untuk
kita, beliau selalu nuruti apa yang kita inginkan dan harusnya dengan fasilitas
yang mereka berikan kita bisa
memanfaatkan untuk media pembelajaran, untuk mencari hal-hal yang bermanfaat
agar bisa membuat diri kita jauh dari rasa malas dan tentunya bisa lebih
membuat diri kita bermanfaat. Ingatlah kedua orangtua kita yang selalu menanti kesuksesan kita.
Untuk menghadapi rasa malas ada baiknya kita
membikin jadwal kegiatan sehari-hari, supaya tujuan kita untuk meraih apa yang
kita inginkan juga bisa terarah. Jadwal kegiatan yang habis kita bikin pada
awalnya memang sulit untuk dijalani, kembali lagi pada rasa “paksaan” itulah
kunci kita untuk bebas dari rasa malas. kita paksakan diri kita untuk runtut
menjalankan sesuai jadwal kegiatan yang telah kita bikin, lama kelamaan juga
kita akan terbiasa dengan jadwal kegiatan itu.
Dengan menjalankan langkah tersebut semoga dapat
membantu dan memotivasi kita untuk bisa menjajah rasa malas yang ada pada diri
kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar